Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Wednesday, January 22, 2014

Masa ditiupkan ruh pada janin


PERTANYAAN :




Assalaamu 'alaikum wa 'alaikunna.



Usia brapa bulan bayi ditiupkan ruh?

Bolehkah syukuran 4 bulanan berharap doa semoga dalam lindungan Allah swt hingga terlahir nanti?



mohon berbagi ;)




JAWABAN :






Masa ditiupkan ruh pada janin saat ia telah usia 4 bulan/120 dalam kandungan :



فَإِنْ بَلَغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ أَيْ مِائَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا فَأَكْثَرَ حَدَّ نَفْخِ الرُّوحِ فيه غُسِّلَ وَكُفِّنَ وَدُفِنَ وُجُوبًا بِلَا صَلَاةٍ



Bila ia telah genap usia empat bulan yakni 120 hari keatas, batasan tertiupkannya ruh kedalamnyamaka bayi tersebut wajib dimandikan, dikafani dan dikuburkan tanpa dishalati.

Asna al-Mathaalib I/313



إنَّ كَمَالَ الْوَلَدِ وَنَفْخَ الرُّوحِ فيه يَكُونُ بَعْدَ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ كما شَهِدَ بِهِ الْخَبَرُ



Sesungguhnya sempurnanya anak dan ditiupkan ruh kedalamnya adalah setelah genap usia 4 bulan sebagaimana yang ditegaskan oleh sebuah hadits.

Asna al-Mathaalib I/312



وإذا انفصل لأربعة أشهر أي مائة وعشرين يوما حد نفخ الروح فيه غسل وكفن ودفن وجوبا مطلقا



Bila ia terlahir genap usia empat bulan yakni 120 hari keatas, batasan ditiupkannya ruh kedalamnya maka bayi tersebut wajib dimandikan, dikafani dan dikuburkan secara mutlak.

I’aanah at-Thoolibiin II/123



واتفق العلماء على أن نفخ الروح لا يكون إلا بعد أربعة أشهر.



Dan Para Ulama sepakat bahwa masa ditiupkannya ruh tidak terjadi kecuali setelah genap usia empat bulan.

Fath al-Baari 13/311



واختلف الفقهاء في موعد نفخ الروح : هل هو بعد أربعين ليلة ، أو بعد اثنتين وأربعين ، أو بعد مائة وعشرين ،...

واستدلوا كذلك بحديث ابن مسعود السابق الذي يدل على أن تعلق الروح بالجنين إنما يكون بعد الأربعين الثالثة ، وأن الجنين يجمع في بطن أمه أربعين يوما نطفة ، ثم يكون علقة مثل ذلك ، ثم يكون مضغة مثل ذلك ، ثم تنفخ فيه الروح وبها يكون حيا ،...



Dan para pakar Fiqh berbeda pendapat dalam masa ditiupkannya ruh, apakah 4o malam ?, 42 hari ? Atau 120 hari ?



Dan mayoritas ulama berpendapat bahwa masanya adalah 120 hari dengan berlandaskan hadits riwayat Ibn Mas’ud yang telah lalu yang menegaskan bahwa ikatan ruh dengan anak tidak terjadi kecuali setelah masa 40 hari yang ketiga (120 hari), dan sesungguhnya bayi berada dalam rahim ibunya selama 40 hari pertama berbentuk mani, 40 hari berikutnya berbentuk segumpal darah, 40 hari berikutnya berbentuk segumpal daging dan kemudian ditiupkan ruh yang mengakibatkannya menjadi hidup.

Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 18/265


Proses Penciptaan Janin dalam Rahim









Keajaiban Al-Qur’an


Jauh sebelum sains modern menemukan proses pembentukan embrio manusia,  pada ke-7 M Alquran  telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia.  Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman Allah SWT itu.
http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/janin-dalam-rahim-_120215122349-461.JPG
“Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Alquran dan sunah,” papar Moore yang terkagum-kagum dengan kandungan Alquran yang secara akurat menjelaskan perkembangan embrio manusia.



Alquran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Alquran telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan kira.

Sains modern baru mengetahui proses penciptaan di alam rahim setelah ditemukannya  alat–alat pemeriksaan modern. “Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran tentang perkembangan manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan,” papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi.
Proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan dalam Alquran surat al-Mu’minun ayat 12-14.  ”Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….”
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim.  Tahap pertama penciptaan janin  disebut Sulalah dimulai dari  saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “ Sulalah”
Menurut riset yang telah diteliti oleh para ahli sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang mencapai jutaan sperma.  Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi ovum dari wanita.
Tahap kedua disebut  Alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”  ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah ).
Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.
Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam kelanjutan surat al-Mukminun dijelaskan ”Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.” Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”
Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat – alat fotografi.
Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dagin…”  Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.
Tahap keenam  adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..”  Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”
Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).
Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga akhirnya melahirkan diusia kehamilan sembilan bulan. Sungguh  Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Perjanjian Ruh Manusia dengan Allah swt


Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh 

Saya bersaksi bahwa tiada Illah (Tuhan) selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul / utusan Allah.


Kalimat syahadatain adalah kalimatul haq, sebuah kalimat yang apabila setiap manusia di muka bumi mengucapkannya dengan ikhlas maka akan mampu mengubah wajah dunia. Syahadatain mampu mengubah seluruh manusia dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. Perubahan itu juga meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu, masyarakat bahkan bangsa. 



Orang mukmin senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika shalat dan azan. 

Mungkin ada sebahagian dari kita bertanya mengapa kalimat syahadat berbunyi menyaksikan? memang apakah atau kapan kita telah melihat Tuhan atau Rasul? 


Ketahuilah bahwa sebelum ruh kita sebelum ditiupkan ke dalam janin (jabang bayi), ruh kita sudah pernah berdialog dengan Allah swt dalam suatu perjanjian yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya, sebab janji itu pasti akan ditagih kelak di akhirat. 

Allah swt bertanya kepada ruh : ”Bukankah Aku ini Tuhanmu” 
Roh menjawab : ”Benar!, Kami telah menyaksikan” 



Sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya: 

”Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Tuhan mengambil kesaksian terhadap ruh mereka sendiri (sebelum di tiupkan kedalam janin), ”Bukankah Aku ini Tuhanmu? ”Mereka (roh manusia) menjawab: ”Benar (Engkau Tuhan kami), kami telah bersaksi” (Kami lakukan yg demikian itu) agar nanti di hari Qiamat kamu tidak mengatakan: bahwa, ”sesungguhnya kami lalai terhadap hal ini" (QS Al-A’raf [7] : 172). 


Peristiwa inilah yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai ”Abdullah” perjanjian ”Ketuhanan” antara Allah swt dengan manusia dan sebaliknya. Perjanjian ketuhanan yang kemudian terlukis dalam tiap-tiap jiwa manusia, sebagai ukuran dasar rohaniyah, yang membawa lahir ke alam terang ini sebagai fitrah. 



Hal ini diingatkan kembali ketika kita berada di dunia fana ini, yaitu : 

”Dan sungguh, mereka sebelum itu (sebelum ruh ditiupkan ke dlam janin) telah berjanji kepada Allah tidak akan berbalik kebelakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah itu akan diminta pertanggung jawabannya” (QS Al-Ahzab [33] : 15) 
Dan 
”(yaitu) Orang yang memenuhi perjanjian Allah dan tidak melanggar perjanjian” (QS Ar-Ra’d [13] : 20) 



Sekarang, jelaslah bagi kita bahwa kita memang sudah pernah mengadakan perjanjian dengan Tuhan, Perjanjian ini diadakan sewaktu ruh kita dalam alam ruh, sebelum ditiupkan ke dalam jasmaninya. 



Namun ketika Ruh telah bersatu dengan Jasmani sehingga Jiwa timbul karenanya, maka setelah manusia telah mengenal dunia, maka banyak manusia telah tertipu oleh dunia lewat kesenangan-kesenangan semu, dan lupa akan janjinya dengan Allah swt, 

sebagaimana firmanNya: 
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al- Hadid [57] : 20). 



Lalu siapakah manusia yang selamat dan menepati janjinya dengan Allah swt? 


Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu di hari Kiamat?” Rasulullah saw. bersabda, “Aku telah mengira, ya Abu Hurairah, bahwa tidak ada seorang pun yang tanya tentang hadits ini yang lebih dahulu daripada kamu, karena aku melihatmu sangat antusias terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari Kiamat adalah yang mengatakan la ilaha illallah secara ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (Bukhari).


Dialog Perjanjian Ruh Kita dengan ALLAH SWT

Perjanjian Kita dengan ALLAH SWT, dalam keimanan Islam sudah terjadi tatkala ruh kita sebelum ditiupkan ke dalam jasmani. Ruh kita sudah pernah berdialog dengan ALLAH SWT dalam suatu perjanjian yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya, sebab janji itu pasti akan ditagih kelak di akhirat. Inilah dialog ruh kita dengan ALLAH SWT:

ALLAH SWT bertanya kepada ruh : ”Bukankah Aku ini Tuhanmu”
Roh menjawab : ”Benar!, Kami telah menyaksikan”

Peristiwa inilah yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai ”Abdullah” perjanjian ”Ketuhanan” antara ALLAH SWT dengan manusia dan sebaliknya. Perjanjian ketuhanan yang kemudian terlukis dalam tiap-tiap jiwa manusia, sebagai ukuran dasar rohaniyah, yang membawa lahir ke alam terang ini sebagai fitrah. Hal ini diungkapkan dalam surat AL-A’raf ayat 172, yang artinya:

”Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan turunan anak Adam dari tulang punggungnya dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka sendiri, firmanNy: ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?”Mereka (roh manusia menjawab: ”Benar! Kami telah menyaksikan”. Nanti di hari Qiamat agar kamu tidak mengatakan: bahwa, ”kami lalai terhadap hal ini. (QS. Al-A’raf 172).

Ayat tersebut, mengandung pemahaman tentang:
1.Manusia telah diciptakan ALLAH SWT atas fitrah Islam
2.Dalam Jiwa manusia telah disiapkan ALLAH SWT gharizah (naluri) iman

Konsekuensi dari orang yang berjanji adalah memenuhinya oleh karena adanya perjanjian kita dengan ALLAH SWT, adalah pemenuhan akan perjanjian tersebut untuk dimintakan pertanggung jawabnya di akhirat nanti.
Bagi setiap perjanjian tentu ada konsekuensinya, yaitu berupa hak dan kewajiban pada kedua belah pihak (para pihak: ALLAH dan Kita) yang mengadakan perjanjian. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh satu pihak dari pihak lainnya, karena ia telah memberikan suatu kepada pihak lain. Dan kewajiban ialah sesuatu yang harus diberikan atau dikerjakan oleh satu pihak kepada/untuk pihak lainnya, karena ia telah menerima sesuatu dari pihak lain itu.

Hal ini diingatkan kembali ketika kita berada di dunia fana ini, yaitu :

”Dan adalah perjanjian ALLAH itu akan ditanyakan” (QS. Al-Ahzab, 15)

”Orang-orang yang menyempurnakan perjanjian ALLAH dan tidak merusak akan ikatannya” (QS. Ar-Ra’du, 20)

Sekarang, jelaslah bagi kita bahwa kita memang sudah pernah mengadakan perjanjian dengan Tuhan, dan perjanjian ini membekas dalam jiwa kita sebagai fitrah bertuhan yang Esa (ALLAH SWT) atau beragama. Perjanjian ini diadakan sewaktu roh kita dalam arwah, belum ditiupkan ke dalam jasmaninya.

Bukti Kebenaran al Qur’an dalam Perkembangan Janin


Kejadian pembentukan dan perkembangan manusia di alam rahim adalah suatu fasa yang begitu menakjubkan buat mana-mana insan yang mahu berfikir.

1-Peringkat kejadian ‘an-nutfah’ – نُطْفَةً -
Ini adalah fasa persenyawaan di antara benih lelaki dan benih wanita sehingga berlakunya implantasi (embryo mula melekat kepada rahim)

sperm 1 300x225 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quransperm and ovum Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ  وَلَقَدْ
• نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ   ثُمَّ جَعَلْنَاهُ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikannya air mani (yang disimpan – nutfah) dalam tempat yang kukuh (rahim).”  - surah al mukminin ayat 12-13
ovum lg 300x193 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Nutfah , sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw apabila ditanya oleh seorang Yahudi mengenai kejadian manusia  : ” Manusia dicipta daripada kedua-dua, daripada nutfah lelaki dan nutfah seorang wanita ” (Diriwayatkan – Musnad Ahmad, Jilid 1, ms 465) .
Ini adalah proses perpindahan embryo sehingga berlakunya implantasi (janin melekat di rahim)
fertilisation implantation 300x226 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari seorang lelaki dan seorang wanita…” –Surah Al-Hujraat  : Ayat 13
2-Peringkat kejadian al’alaqah –  الْعَلَقَةَ  -
Fasa permulaan embrologi -(early embyogenesis) apabila organ janin yang primitif mula dibentuk.
Apakah yang dikatakan ‘alaqah ( الْعَلَقَةَ ) ?
Di dalam Bahasa Arab, ‘Alaqah ( الْعَلَقَةَ ) mempunyai 3 erti.

i-Yang tergantung (janin yang bergantung di dalam rahim ibunya)

suspended Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
ii-Lintah atau leech (janin menyedut atau mengambil makanan di dalam rahim ibu)
ch1 1 a img1 300x155 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
iii-Ketul darah – morfologi ‘alaqah seumpama ketul darah sebelum terbentuknya sistem peredaran darah yang sempurna.

bllod circulation Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Kemudian nutfah itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu (‘alaqah) Kami jadikan segumpal daging (mudghah), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik. -Surah al-Mukminun ayat-14

Alaqah 300x234 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Rasulullah saw pernah bersabda yang bermaksud : “ Pada setiap seorang daripada kamu, semua bahagian (anggota) ciptaan dikumpulkan di dalam rahim ibumu dalam masa 40 hari”. -Hadith shahih riwayat Bukhari & Muslim
3-Peringkat kejadian mudghah - الْمُضْغَةَ   -
Mudghah adalah peringkat pembentukan organ yang lebih sempurna selepas fasa ‘alaqah
Mudghah bererti ‘bahan yang dikunyah’. Ini dibuktikan kebenarannya apabila kajian sains mendapati  morfologi janin pada ketika ini seolah=olah seperti kesan bahan yang dikunyah.

mudghah compare 215x300 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quranmudhghah 28 hari Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Bayi berumur 8 minggu
8 minggu Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdenyut dengan semakin kuat. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin ini berdenyut dengan agak laju.

scan 8 weeks 300x227 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Bayi ketika berusia 12 minggu
organogenesis – pembentukan organ-organ bayi telah pun lengkap tetapi belum matang secukupnya)
12 Week Fetus1 300x221 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quranscan 12 weeks four days 300x200 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan beratnya sekitar 20 gram. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan kaki dan lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan pergerakan ini.
Bayi ketika berusia 17-18 minggu
Setelah melebihi 120 hari – (ensoulment – iaitu peniupan ruh telahpun berlaku)
18 WKS 300x300 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran17 weeks 300x225 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan beratnya sekitar 50 gram. Dengan bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi secara lebih terperinci, kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh kaki dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap di mana kebanyakan ibu dapat merasakan gerakan bayi buat kali pertamanya.

Ketika berusia 24 minggu
24 weeks Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan berat puratanya 500 gram. Ibu dapat merasakan bahagian-bahgian tubuh bayi yang berbeza yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu sekain merenggang dan kadang kala ibu mula merasakan sakit di bahagian perutnya.
Ketika bayi berusia 30 minggu
30 week fetus 300x254 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Kepala bayi sekarang sudah mula seimbang saiz dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami tekanan di bahagian pernafasan dan perut. Sekarang berat bayi sekitar 1200-1500 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.
Ketika berusia 36 minggu
38weeks Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Bayi sudah hampir sepenuhnya matang. Dia mula turun ke rongga tempat ibu melahirkan nya. Kulit bayi sekarang  semakin halus dan tubuhnya montok. Apabilad dia bangun, matanya terbuka dan dia dapat membezakan di antara terang dan gelap. Sekarang kepanjangan bayi sekitar 50 cm dan beratnya berkisar antara 2500 hingga 3000 gram. Ibu harus semakin bersedia untuk menyambut kedatangan si dia ke alam dunia.
Alhamdulillah, keadaan bayi yang menangis sebagaimana kebanyakan bayi, sebaik sahaja dilahirkan ke dunia.
baby delivery photo 02 300x195 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Subhanallah, allah akbar….lahirnya seorang lagi seorang insan yang baru. Membuktikan salah satu tanda daripada jutaan tanda kebesaran Allah swt. semoga anak ini menjadi insan yang soleh dan cemerlang serta dipilih sebagai pewaris kepimpinan umat yang baru di masa depan.

Apa pandangan pakar-pakar embryology sedunia tentang hubungan ayat al Qur’an dan hadith (1500 tahun) dengan fasa perkembangan janin yang baru sahaja dibuktikan oleh sains hanya pada kurang daripada 100 tahun yang lalu.?
keith moore Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Prof Keith L. Moore, Professor Embryologi & Deputy Dean, Faculty of Medicine,Toronto University telah menyatakan bahawa sains telah membuktikan kebenaran ayat al Quran dan kata-kata Muhammad yang telah dilafazkan sejak lebih 1400 yang lalu. Ini bererti bahawa al Quran mestilah datangnya dari Tuhan dan Muhammad tidak berbicara berdasarkan pengetahuannya sendiri.
TEJASEN1 Perkembangan Janin & Bukti Kebenaran al Quran
Professor Tajasen, Mantan Ketua Jabatan Anatomy & Embryologydi Chiang Mi College of Medicine, Thailand berkata, “ Fakta-fakta saintifik ini telah diturunkan sejak lebih 1400 tahun yang lalu yang hanya dapat dibuktikan oleh perkembangan sains moden yang terkini.” Professor Tajasen terus berucap bahawa kini telah sampai masanya untuk beliau memeluk agama yang benar iaitu Islam.

Sumber :
1-A Brief Illustrated Guide to Understanding Islam – I.A. Ibrahim- http://www.islam-guide.com/
2-Color Atlas of Clinical Embryology – Keith L. Moore – Amazon.com
3-Al Qur’an dan Terjemahannya – Pustaka Darul Iman 2007


Reproduksi Manusia dalam Al-Qur'an

Dalam nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang


Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan semua berkat Allah kepada kepala utusan dan yang terakhir dari para nabi, Muhammad, dan dia keturunan murni dan dibersihkan.
Al-Qur'an adalah kitab suci bagi umat Islam. Hal itu terungkap dengan seorang pria buta huruf, Muhammad, 1400 tahun yang lalu. Hal ini sendiri luar biasa, bahwa seorang pria buta huruf mulai membaca ayat-ayat jenius sastra. Apa yang lebih menakjubkan dan ajaib adalah bahwa ia diucapkan kebenaran yang bersifat ilmiah bahwa tidak ada manusia lainnya mungkin bisa berkembang pada saat itu (1400 tahun yang lalu) dan tanpa membuat kesalahan tunggal.
Artikel ini akan berada pada topik yang benar-benar menarik, menarik, dan misterius dengan fakta bahwa hal ini terjadi setiap hari, setiap jam, setiap menit namun setiap detik di seluruh penjuru dunia dan telah terjadi sejak Allah (SWT) telah menciptakan Adam dan Hawa dan akan terus terjadi sampai jam terakhir. Ini adalah kisah kehidupan, kisah penciptaan, penciptaan manusia.
Al-Qur'an memiliki banyak ayat tentang penciptaan manusia dan banyak ayat yang meminta kita untuk melihat dan berpikir apa yang telah dibuat dan mekanisme kompleks yang terlibat. Allah (SWT) mengatakan dalam bukunya:
"Perjalanan melalui bumi dan melihat bagaimana Tuhan melakukan penciptaan berasal" (29:20)
dan juga: -
"Sekarang mari manusia tetapi berpikir dari apa ia diciptakan" (56:5)
dan dalam ayat lain:
"Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda kami di cakrawala dan dalam jiwa mereka sendiri, sampai muncul kepada mereka bahwa ini adalah kebenaran". (41:53)
Al-Qur'an tidak berhenti pada saat itu, tetapi telah dijelaskan banyak detail yang rumit mengenai topik artikel ini dan itu adalah penciptaan manusia, reproduksi manusia pada manusia.
Mari kita pergi melalui cerita misterius ini, dan melihat di satu sisi, apa yang ilmu pengetahuan modern memberitahu kita sekarang dan, di sisi lain, apa yang Qur'an telah mengatakan kepada kita 1400 tahun yang lalu.
Reproduksi manusia, sebagai ilmu memberitahu kita, terjadi dalam banyak tahapan yang berbeda dan unik.Bukankah Al-Qur'an menyebutkan ini: -
"Allah menciptakan kamu secara bertahap" (71:4)
"(Allah) menciptakan Anda di dalam tubuh ibu Anda, secara bertahap, satu demi satu" (39:6)
Titik awal dalam reproduksi manusia adalah hubungan seksual. Selama tindakan ini, organ seks laki-laki melepaskan sejumlah kecil semen ke dalam leher rahim vagina. Telah terbukti bahwa air mani ini memiliki 350.000.000 spermatozoa dalam satu ejakulasi tunggal. Spermatozoa adalah bentuk jamak untuk kata spermatozoon dan ini adalah sel pemupukan yang sebenarnya.
Ini adalah agen pemupukan laki-laki yang juga disebut sperma tetapi spermatozoa secara ilmiah lebih akurat karena merupakan sel pemupukan. Biologi modern telah menunjukkan bahwa hanya satu spermatozoon keluar dari 350.000.000 spermatozoa adalah semua yang diperlukan untuk fertilisasi terjadi dengan telur wanita, ovula. Mari kita lihat apa yang dikatakan Al-Qur'an: -
"Allah menciptakan manusia dari sperma" (16:04)
dan dalam ayat lain: -
"Apakah (man) bukan sperma yang telah dicurahkan?. "(75:37)
Air mani, atau cairan spermatika, yang ejakulasi mengandung lebih dari sekedar spermatozoa. Cairan ini dibentuk oleh sekresi dari berbagai kelenjar. Mereka adalah) testis, b) vesikula seminalis, c) kelenjar prostat dan d) kelenjar terlampir pada saluran kemih. Semua sekresi ini mencampur dan berbaur untuk membentuk cairan sperma. Qur'an menyebutkan hal ini 1400 tahun yang lalu: -
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sejumlah kecil cairan bercampur" (76:2)
Setelah ejakulasi air mani ke dalam leher rahim vagina, sperma perjalanan ke tuba fallopi dan pembuahan akan terjadi di sana dengan ovula.
Setelah ovula telah dibuahi, ia turun ke dalam rahim, atau uterus, melalui tuba fallopi dan implan itu sendiri di sana dengan menempel ke dinding rahim. Hal ini disebut dalam Al Qur'an dalam ayat-ayat berikut: -
"Kami telah menciptakan kamu dari ... sesuatu yang melekat" (22:05)
"Kami telah menciptakan sperma menjadi sesuatu yang menempel" (23:14)
"Apakah (man) bukan sperma yang telah dicurahkan. Setelah itu ia adalah sesuatu yang menempel, kemudian (Allah) membentuknya karena proporsi "(75:37-38)
Al-Qur'an menyebut dibuahi telur "sesuatu yang menempel" karena menempel di dinding rahim seperti yang disebutkan sebelumnya.
Penting untuk dicatat bahwa implantasi telur yang dibuahi harus terjadi di dalam rahim untuk kehamilan terjadi. Jika implantasi berlangsung di tempat lain, bukan dari rahim, misalnya di tuba fallopi, maka kehamilan tidak akan terjadi. Al-Qur'an memberitahu kita tempat di mana telur dibuahi implan itu sendiri dan fakta bahwa itu harus berlangsung di sana sebagai ilmu memberitahu kita sekarang:
"Kami menyebabkan siapa Kita akan ke sisanya di dalam rahim untuk waktu yang ditentukan" (22:05)
Setelah telur dibuahi telah ditanamkan dalam rahim, ia mulai berkembang menjadi embrio. Al Quran menggambarkan evolusi ini dengan memecahnya ke dalam tahapan yang berbeda. Deskripsi Al-Qur'an adalah singkat tapi sangat akurat:
"Kami memiliki gaya hal yang melekat menjadi gumpalan yang dikunyah atau daging dan Kami kuno benjolan dikunyah daging ke tulang maka kita berpakaian tulang dengan daging utuh" (23:14)
Seperti telah disebutkan, "sesuatu yang menempel" adalah telur yang telah dibuahi yang menempel di dinding rahim.
Jika Anda mengambil sepotong daging dan mengunyah sekali dan kemudian membawanya keluar dari mulut Anda dan melihatnya, ia akan terlihat sama persis dengan apa embrio akan terlihat seperti setelah tiga minggu pembangunan. Hal ini telah ditunjukkan oleh seorang profesor terkenal embriologi dengan nama Keith L.Moore dan ditampilkan dalam bukunya yang berjudul "The Developing Human" (3rd edition).
Pada minggu keenam pembangunan, struktur tulang mulai berkembang di dalam embrio atau "gumpalan yang dikunyah atau daging" sebagai Qur'an menyebutnya. Ini disebut mesenchyma tersebut. Ingatlah apa yang dikatakan Al-Qur'an:
"... Kami kuno benjolan dikunyah daging ke tulang ..." (23:14)
Seminggu kemudian, minggu ketujuh, otot-otot mulai menutupi tulang yang terbentuk pada minggu sebelumnya: -
"... Kami berpakaian tulang dengan daging utuh ..." (23:14)
Hal ini diketahui bahwa embrio melewati tahap di mana beberapa bagian dalam proporsi dan lain-lain di luar proporsi. Mungkin ini adalah apa yang dimaksud oleh Al-Qur'an dalam ayat berikut:
"Kami menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari sperma, maka Kami membentukmu menjadi sesuatu yang menempel menjadi gumpalan yang dikunyah atau daging, sebagian terbentuk dan sebagian belum terbentuk" (22:05)
Setelah empat bulan telah berlalu, organ baru terbentuk embrio, termasuk jantung, mulai beroperasi dan kelenjar mulai mensekresi. Embrio menjadi "hidup". Imam Jaffar Al-Sadiq (AS) mengatakan:
"Ketika embrio mencapai bulan keempat, kehidupan telah dimulai di dalamnya"
Sebagai embrio berkembang di dalam rahim, tiga lapisan perlindungan mengelilinginya. Ini adalah dinding anterior abdomen ibu, dinding uterinal, dan membran amnio-kronis. Al-Qur'an memiliki sebuah ayat yang mungkin menyiratkan ini meskipun ayat ini juga dapat diartikan ke tahap embrio yang berbeda. Penemuan masa depan dalam embriologi mungkin dapat menjelaskan lebih lanjut tentang ayat ini:
"(Allah) menciptakan Anda di dalam tubuh ibu Anda, secara bertahap, satu demi satu, dalam tiga dinding kegelapan "(39:6)
Embriologi modern juga telah menunjukkan bahwa kelenjar reproduksi juga terbentuk selama tahap embrio.Mereka terbentuk pada bagian atas perut posterior di bawah diafragma di kedua sisi dari kolom tulang belakang. Mari kita pergi ke Al-Qur'an dan melihat apa yang dikatakan: -
"(Man) yang dibuat dari cairan dicurahkan, berangkat dari antara tulang belakang yang kolom dan tulang rusuk yang lebih rendah "(86:6-7)
Embrio, melalui semua tahapan ini, menerima itu makanan dari ibu itu melalui akord pusar. Nabi Muhammad (saw), dalam Hadits, mengatakan:
"Terhubung dengan chord dari pusar nya, dan dari ini dia memakan makanan ibu dan minuman, sampai waktu untuk kelahirannya telah tiba"
Saya ingin mengalihkan ke topik genetika sekarang dan apa yang telah dikatakan tentang hal itu melalui hadis. Seorang pria pergi mengunjungi Nabi Muhammad (SAW) satu hari. Nabi berkata "Saya telah menerima kabar bahwa Anda memiliki bayi yang baru", kata orang itu "itu benar, utusan Allah, ia dilahirkan kemarin". Nabi menjawab "bayi ini yang lahir kemarin, eho tampangnya, yang tidak dia mirip, apakah dia menyerupai Anda atau apakah ia mirip ibunya?". Pria itu berkata "Rasulullah, ia akan menyerupai salah satu dari dua. Dia juga akan menyerupai saya atau dia akan menyerupai ibunya. Bukankah itu jalan?. Nabi berkata: -
"Tidak, jangan katakan itu. Jika sperma jatuh ke dalam rahim, Allah (SWT) menumbuhkan setiap karakteristik antara itu dan antara Adam ". (Artinya embrio akan mewarisi karakteristik dari sejauh Adam (saw)).
Apa genetika modern katakan tentang ini?. Ini memberitahu kita bahwa gen yang mengirimkan karakteristik ini mampu memberikan kepada Anda karakteristik ini dari nenek moyang tertua Anda, bahkan jika itu adalah 10 juta tahun yang lalu. (Bukankah itu yang pria buta huruf ini mengatakan 1400 tahun yang lalu).
Hari mapan konsep reproduksi manusia berada dalam total kesepakatan dengan Al-Qur'an. Tetapi jika ayat-ayat Al-Qur'an tentang hal ini dibandingkan dengan teori-teori umum yang diadakan pada saat wahyu Qur'an, 1400 tahun yang lalu, mereka akan menjadi seperti kapur dan keju.
Salah satu mitos konyol yang diadakan pada saat wahyu Al-Qur'an adalah mengenai vaksinasi. Setiap kali kita melakukan perjalanan di mana saja hari ini, kita biasanya mengambil vaksinasi terhadap berbagai jenis penyakit berbahaya sebelum kami meninggalkan. Pada zaman Nabi (saw), mereka juga digunakan untuk memiliki sistem vaksinasi tetapi sedikit berbeda dari kita!.
Sistem yang mereka gunakan adalah bahwa setiap kali Anda hendak memasuki sebuah kota baru, Anda akan berdiri pada awal kota ini, dan membuat suara seperti keledai. Setiap kali Anda makan sesuatu di kota itu, Anda akan membuat suara seperti keledai dan ini noise keputusan adalah apa yang mereka pikir akan mencegah mereka tertular penyakit.
Lihat perbedaannya, seperti kapur dan keju. itu hanya pada abad ke-19 bahwa ilmu pengetahuan mulai memiliki beberapa jawaban ke dunia misterius reproduksi manusia.
Pembaca yang budiman. Bagaimana Anda bisa menjelaskan fakta bahwa seorang pria buta huruf, 1400 tahun yang lalu, tanpa latar belakang ilmiah dan hidup dalam peradaban mundur, memprediksi fenomena ilmiah yang hanya sekarang telah ditemukan dengan munculnya mikroskop yang sangat canggih dan kuat dan dengan akuisisi pengetahuan ilmiah?. Bagaimana Anda bisa menjelaskan semua ini kecuali Anda kirimkan ke fakta bahwa Muhammad (SAW) adalah seorang Nabi yang diutus Allah, Allah, sebagai rahmat bagi umat manusia. Tidak ada paksaan pada Anda untuk menerima kebenaran, karena Allah, mengatakan dalam bukunya, Al-Qur'an: -
"Tidak ada paksaan dalam agama" (2:256)
Tapi hal ini tentunya rasa malu pada akal manusia ketika manusia bahkan tidak tertarik untuk mengetahui kebenaran. Dalam Islam, kita diajarkan bahwa Tuhan telah memberi kita pikiran dan fakultas alasan untuk melihat hal-hal secara objektif dan sistematis untuk diri kita sendiri. Untuk mencerminkan, kemudian mempertanyakan, untuk mencapai kebenaran. Agama tidak boleh diterima begitu saja, karena beberapa agama tampaknya dapat dilakukan. Dalam agama-agama, Anda dianggap menghujat mempertanyakan agama Anda sendiri. Islam mengajak Anda untuk melakukan itu.
Hal ini tidak tepat bagi siapa pun untuk memaksa siapa pun untuk menerima Islam, Islam mengajarkan bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih jalan apa pun yang ia ingin mengikuti.
Pembaca yang budiman. Sebelum Anda membentuk opini Islam, saya ingin mengajukan satu pertanyaan.Apakah pengetahuan yang ada tentang Islam yang cukup menyeluruh atau telah anda dapatkan apa yang Anda ketahui melalui televisi, surat kabar dan sumber-sumber pihak ketiga non-Muslim yang tidak tahu apa-apa tentang Islam yang sebenarnya?.
Bagaimana Anda bisa membentuk pendapat tentang apa pun dari hanya desas-desus?. Apakah itu adil?.Demikian pula, Anda harus, jika Anda ingin, mencari tahu tentang Islam melalui sumber terpercaya. Anda tidak hanya harus rasa Islam, tapi mencernanya juga sebelum Anda dapat membentuk setiap pendapat tentang hal itu.
Terserah kepada Anda untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya harap Anda akhirnya akan menemukan kebenaran, ISLAM.
Saudara dan saudari dalam Islam, Hadir apa yang baru saja membaca untuk teman-teman non-Muslim Anda. Kita semua harus melakukan pekerjaan dakwah, undangan untuk Islam. Ini adalah perintah dari sang pencipta. Allah (SWT) dalam Al-Qur'an mengatakan: -
"Dan siapakah yang lebih baik daripada dia dalam pidato yang mengajak manusia kepada Allah dan melakukan perbuatan baik dan mengatakan saya salah satu dari kaum muslimin" (41:33)
"Undang (semua) kepada jalan Tuhan dengan kebijaksanaan dan khotbah yang indah dan alasan dengan mereka dengan cara yang terbaik dan paling ramah" (16:125)
Semua yang harus Anda lakukan adalah melewati apa yang telah Anda baca kepada teman-teman Anda dan biarkan mereka membacanya, itu saja. Biarkan mereka tahu tentang Islam, karena ada begitu banyak orang yang masih tidak tahu tentang agama besar ini. Allah (SWT) mengatakan
" Kami telah mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai universal (utusan) kepada seluruh umat manusia, sebagai pemberi kabar gembira, dan sebagai pemberi peringatan, tapi masih mayoritas umat manusia masih tidak tahu "(34:28)
"... Manusia masih tidak tahu" ..
Apa? .
Bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.